5 Pesepak Bola Top Asia Tenggara yang Memberi warna Liga Indonesia

Posted on
5 Pesepak Bola Top Asia Tenggara yang Memberi warna Liga Indonesia
5 Pesepak Bola Top Asia Tenggara yang Memberi warna Liga Indonesia

Jakarta – Kehadiran pemain asing yang datang dari benua Asia Tenggara sukses memberi warna tertentu buat persaingan di Tanah Air.

Mereka unjuk gigi semenjak pintu masuk buat pemain asing dibuka pada masa Galatama, selanjutnya Liga Indonesia, Indonesia Super League, sampai terbaru masa Liga 1.

Dari banyaknya nama pemain asing yang pernah tersebar di Indonesia, penyerang legendaris Singapura, Fandi Ahmad, adalah satu antara yang paling baik.

Reputasi profesi bekas pemain club Galatama, Niac Partner itu, di Indonesia sukses diikuti penerusnya yang datang dari Negeri Singa, Noh Alam Shah.

Tidak hanya ke-2 pemain ini, ada banyak nama pemain import dari benua Asia Tenggara yang patut dipuji sebab sukses memperlihatkan mutunya di dalam bermain di persaingan paling elite di Tanah Air.

antalyaescortanica. com coba meringkas lima pemain asing paling baik dari Asia Tenggara yang punyai dampak besar di dalam bermain di Indonesia :

Fandi Ahmad

Figur pria yang sekarang berumur 53 tahun ini demikian disegani sewaktu waktu aktif bermain. Serta, ia sering disebut untuk penyerang paling baik yang pernah dipunyai tim nasional Singapura.

Pada 1982-1983, pemain yang mengepak lebih dari 100 caps bersama-sama tim nasional Singapura itu pilih berkarier bersama-sama salah satunya club papan atas di persaingan Galatama, Niac Partner. Fandi masuk ke club yang saat itu diasuh M. Basri bersama-sama penjaga gawang asal Singapura, David Lee.

Pemain asing pertama dari benua Asia itu juga langsung unjuk gigi pada musim pertamanya. Fandi Ahmad yang menjadi pemain paling baik Asia tahun 1996 itu cetak 13 gol serta sukses bawa Niac Partner mendapatkan juara Galatama. Beritanya, saat itu Fandi terima bayaran 75 ribu dolar AS satu tahun dari Niac Partner.

Tetapi, kebersamaan pemain yang pernah menampik penawaran club papan atas Belanda, Ajax Amsterdam itu bersama-sama Niac Partner, cuma berjalan semusim. Bekas kapten tim nasional Singapura sangat terpaksa keluar sebab PSSI melarang pemakaian pemain asing pada 1983.

Sesudah melanglang buana di persaingan benua Asia serta Eropa, pria berdarah Jawa ini kembali pada Indonesia. Tetapi, kesempatan ini bekas pemain yang pernah diangkat jadi masyarakat kehormatan Surabaya hadir untuk pelatih Pelita Jaya pada 2006-2010.

Fandi sekarang jadi pelatih Tim nasional Singapura U-22.

Noh Alam Shah

Penyerang temperamental ini masuk daftar pemain asing dari benua Asia yang sukses bermain di Indonesia. Along, panggilan akrab Noh Alam, sukses ikuti jejak seniornya, Fandi Ahmad.

Along pertama-tama berkarier di Indonesia bersama-sama Arema tahun 2009. Ketetapannya bermain di Indonesia diikuti rekanan segrupnya di tim nasional Singapura, M. Ridhuan.

Bersama-sama team berjuluk team Singo Gila, pria yang sekarang berumur 35 tahun cetak 31 gol dari 73 laga. Musim 2009-2010, Along sukses mengantar Arema juara Indonesia Super League.

Tragisnya, profesi Along bersama-sama Arema Indonesia usai memilukan. Penyerang yang sempat berbaju Arema IPL itu pilih pergi dari Malang tahun 2011 sebab permasalahan tunggakan upah. Saat itu, upah Along serta pemain Arema yang lain ditunggak sepanjang 2 bulan.

Sesudah putuskan pergi dari Arema, bekas pemain Tampines Rovers sempat coba keberuntungan dengan berbaju PSS Sleman pada 2013. Tetapi, profesinya mandek sebab seringkali bergelut dengan luka serta cuma dapat cetak 2 gol dari 11 laga.

Demikian kembali pada Singapura, Shah Alam hadir dengan info yang mengagetkan pada Agustus 2015. Pemain berdarah Bawean, Gresik, Jawa Timur, diberitakan banting setir jadi sopir di Negeri Singa.

Selama profesinya, Noh Alam akrab dengan permasalahan disiplin. Serta, ia pernah dijatuhkan skorsing sepanjang setahun oleh Komdis FAS (PSSI-nya Singapura) sebab menendang kepala kompatriotnya di tim nasional Singapura, Daniel Benett, sampai terkapar serta harus dibawa ke rumah sakit tahun 2007.

Kosin Hathairattanakool

Kiper asal Thailand dengan wajah ganteng ini pernah demikian dipuji oleh bobotoh. Kosin sukses menarik hati supporter Persib Bandung walau cuma bermain sepanjang satu musim dengan team berjuluk Maung Bandung itu.

Masuk dengan Persib sepanjang satu musim (tahun 2006) di Liga Indonesia XII, penjaga gawang kelahiran Sakon Nakhon, 33 tahun yang lalu, langsung jadi pilihan penting di bawah garis Persib. Kosin yang saat itu dengan status penjaga gawang tim nasional U-23 Thailand dihadirkan dari Osotspa FC.

Penegasan akan kedahsyatan Kosin kelihatan waktu ia ada teratas dalam daftar polling pemain yang akan bermain dalam pertandingan Perang Bintang tahun 2006. Karena tampilan cemerlang itu juga, penjaga gawang yang dihadirkan Persib karena layanan pemilik Saint Sempurna, mendiang Hasan Saputra itu, pada akhirnya dibawa Chonburi.

Dua musim di Thailand, Kosin kembali pada Persib tahun 2009 dengan status utang serta kembali menunjukkan kehebatannya masalah kepentingan jaga gawang Persib.

Pada penjelajahan kedua-duanya ini, Kosin dibarengi pemain hebat asal Negeri Gajah Putih yang lain, Suchao Nutnum. Tiga bulan di Persib, Suchao ada untuk pujaan baru sebab tampilan menarik yang ia perlihatkan. Suchao cetak 3 gol dari 13 pertandingan bersama-sama Maung Bandung.

Karena sangat cintanya pada Suchao, bobotoh sampai membuat pergerakan ” 1 Juta Facebookers Memberi dukungan Suchao Nutnum Dipertahankan ” untuk pastikan sang pemain masih di Persib tahun 2010. Tetapi, hal tersebut tidak terjadi sebab Suchao putuskan kembali pada Buriram.

Hadiah perpisahan paling baik juga didapatkan Suchao pada pertandingan terakhir kalinya bersama-sama Persib. Di Stadion Si Jalak Harupat, banner ” Terima kasih Suchao ” terpajang di semua pojok stadion. Terharu lihat besarnya suport bobotoh, Suchao sampai menitikan air mata waktu ucapkan salam perpisahan pada supporter Persib.

Safee Sali

Pemain yang memupus harapan Tim nasional Indonesia untuk memenangkan Piala AFF 2010 ini dibawa Pelita Jaya Karawang musim 2011-2012. Pada musim pertamanya, Safee Sali cetak 20 gol serta sukses bawa Pelita Jaya finish di tempat ke enam klassemen akhir ISL.

Kedatangan Safee Sali di Tanah Air mengisap perhatian yang besar dari mulai media sampai pencinta sepak bola. Maklum, pemain yang mempunyai darah Jawa ini diberitakan terima bayaran wah, yaitu Rp 5, 9 miliar untuk dua musim waktu perpanjang waktu baktinya dengan Pelita Jaya. Bila dirata-rata, ia memperoleh upah seputar Rp 267 juta tiap bulannya.

Nilai kontrak mengundang selera Safee Sali itu sempat juga jadi kabar berita media-media Malaysia. Serta, media di Negeri Jiran itu memberi panggilan Pria Satu Juta Dolar yang merujuk pada kontrak wah yang didapatkan sang pemain.

Saat di Indonesia, pemain yang sekarang bela Johor Darul Takzim ini bermain dalam 72 laga serta sukses cetak 56 gol. Bekas pemain Arema itu pada akhirnya pilih kembali pada Malaysia sebab kondisi sepak bola di Indonesia yang tidak aman sebab terdapatnya dualisme persaingan tahun 2012.

Pemain yang terjalin kontrak dengan Arema sampai tahun 2014 pergi dengan status utang ke JDT serta memperoleh bayaran 135 juta per bulan.

Baihakki Khaizan

Pesepak bola asal Singapura, Baihakki Khaizan pernah memberi warna Liga Indonesia. Bek berumur 36 tahun itu menguatkan tiga club tidak sama di Indonesia pada 2010 sampai 2012.

Menariknya, dua club yang diperkokoh pemain dengan nama komplet Baihakki bin Khaizan ini, ialah lawan bebuyutan. Tidak lain ialah Persija Jakarta serta Persib Bandung.

Pemain yang menguatkan Tim nasional Singapura semenjak 2003 ini bela Persija pada 2009-2010 dengan mencatatkan 30 tampilan. Kemudian, dalam semusim selanjutnya, dia bela Persib Bandung. Tahun selanjutnya, dia bela Medan Chiefs yang bersaing di Liga Primer Indonesia.

Lumayan lama ada di Indonesia membuat Baihakki dekat dengan beberapa pemain di Tanah Air. Waktu lalu saat Bambang Terakhir pensiun, Baihakki ikut memberikan testimoni. Dia bercerita pengalaman lucu waktu bersama-sama Bepe di Jakarta.

Waktu di persija, pertama-tama saya makan A&W di Malang, ditutup serta digembok ama sekuriti kerna karena sangat ramainya orang ingin foto ama tandatangan. 😂😂 Rupanya dialah pujaan, wira serta lagenda mereka serta satu Indonesia, Bambang Terakhir. Bahagia Retirement my brother, ” catat Baihakki di Instagram.

Sampai sekarang, dia masih mempunyai banyak followers dari supporter serta pemain Indonesia, khususnya The Jakmania.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *