Agenda Timnas Indonesia Bisa Berantakan Karena Ancaman Gelombang Kedua Virus Corona
Tim nasional Indonesia tengah kuatir menunggu kejelasan dari moment-event yang mereka turuti. Kembali lagi ramainya masalah positif Covid-19 di Asia Tenggarah jadi pemicunya.

Agenda Timnas Indonesia Bisa Berantakan Karena Ancaman Gelombang Kedua Virus Corona

Posted on

Tim nasional Indonesia tengah kuatir menunggu kejelasan dari moment-event yang mereka turuti. Kembali lagi ramainya masalah positif Covid-19 di Asia Tenggarah jadi pemicunya.

Kecemasan ada sesudah ditemukan masalah baru di Vietnam pada 26 Juli 2020. Pemerintah memverifikasi masalah baru yang dirasakan seorang pria berumur 57 tahun dipastikan positif COVID-19.

Masalah ini jadi yang pertama dalam tiga bulan paling akhir sesudah Vietnam mengumumkan diri terlepas dari epidemi. Perkumpulan Sepak Bola Karieronal Vietnam (VPF) atas pendapat Pemerintah selanjutnya bergerak cepat dengan hentikan V-League, pertandingan paling atas Vietnam.

Dengan alasan keamanan, VPF mengatakan pertandingan disetop sampai waktu yang tidak dipastikan. Ada masalah baru itu jadi bukti intimidasi riil dari gelombang ke-2 COVID-19.

Keadaan ini tentunya membuat beberapa jadwal sepak bola teritori Asia Tenggara sampai Asia jadi misteri. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Perkumpulan Sepak Bola ASEAN (AFF) langsung membuat tatap muka untuk tentukan nasib beberapa turnamen pada Senin (27/7/2020).

Tatap muka genting diselenggarakan untuk cari jalan keluar terbaik yang dapat diperoleh. Ada wawasan terjelek untuk mengundurkan kompetisi-turnamen seperti Kwalifikasi Piala Dunia 2022 sampai Piala AFF ke 2021.

“Komite Genting tetap akan berunding untuk mendapatkan ketetapan final,” tegas Anggota Dewan AFC yang Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Tran Quoc Tuan, seperti diambil VN Express, Selasa (28/7/2020).

Intimidasi Gelombang Ke-2

Intimidasi gelombang ke-2 COVID-19 tentunya benar-benar mencemaskan. Tidak ada yang menduga hal tersebut dapat berlangsung di Vietnam, untuk negara ASEAN pertama yang mengumumkan terlepas dari epidemi semenjak Mei 2020.

Keadaan ini pasti jadi info jelek untuk semua negara ASEAN. Ditambah lagi dalam beberapa waktu kedepan, beberapa event sepak bola level internasional, Asia, sampai ASEAN akan berguling.

Event pertama yang akan diiringi team-team Asia ialah Kwalifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan kelanjutan gagasannya pada medio Oktober-November.

Laga-laga itu akan menyebar di Thailand, Uni Emirat Arab, Indonesia, Malaysia, serta Vietnam. Mengadakan pertandingan Kwalifikasi Piala Dunia 2022 ditengah-tengah keadaan semacam ini tentunya benar-benar rawan.

Tetapi, sampai sekarang ini FIFA serta AFC belum memutuskan berkaitan nasib Kwalifikasi Piala Dunia 2022. Beberapa pertandingan itu hadapi intimidasi penangguhan untuk kali ke-2 ditengah-tengah waktu epidemi.

Selain itu, ada pula jadwal Piala AFC U-19 2020 yang diadakan di Uzbekistan pada 14-31 Oktober. Merujuk data 28 Juli 2020, Uzbekistan untuk negara tuan-rumah masih tetap berusaha dengan epidemi virus corona.

Ada 594 masalah baru yang menggenapkan keseluruhan 21.506 masalah di Uzbekistan. Selain itu ada juga tambahan jumlah kematian yaitu 5. Ini jadi bukti Uzbekistan belum masuk ke kelompok aman serta masih juga dalam intimidasi gelombang ke-2 COVID-19.

Piala AFC 2020

Pemerintah Malaysia jadi yang sangat berani tentukan sikap berkaitan pengiriman Tim nasional U-19 ke Piala AFC 2020. Wakil Menteri Pemuda serta Olahraga Malaysia, Wan Ahmad Fayhsal, akui faksinya masih memantau keadaan yang berlangsung di Asia berkaitan gagasan pengiriman Tim nasional Malaysia U-19.

“Bila betul ada situasi genting, kami akan menanti opini serta pendapat dari NSC (Dewan Keaman Nasional) tentang keterkaitan olahragawan kami di luar negeri,” kata Ahmad Fayhsal seperti diambil dari Kabar Harian.

Kemudian, akan ada turnamen Piala AFC U-16 yang diadakan di Bahrain pada 25 November – 21 Desember 2020. Bahrain mencatat tambahan 351 masalah baru sampai 28 Juli 2020.

Diagram menulis belumlah ada pertanda pengurangan masalah. Selama ini, terjadi 39.482 masalah positif yang menyebabkan 141 kematian di Bahrain.

Peluang Penangguhan

Selain tiga event itu, Piala AFF 2020 paling kemungkinan untuk dimundurkan. Ditambah lagi turnamen antarnegara ASEAN itu diadakan dengan pola kandang tandang.

Berarti, pertandingan akan berjalan di semua negara peserta Piala AFF. Ini pasti benar-benar rawan jadikan pertandingan Piala AFF untuk cluster baru penyebaran COVID-19.

Misalnya ialah Indonesia yang sampai ini hari, 28 Juli 2020, masih berusaha melawan epidemi virus corona. Serta, belumlah ada pertanda pengurangan masalah positif yang condong konstan dalam jumlah kenaikan COVID-19.

Berlangsung tambahan 1.525 masalah baru yang membuat Indonesia tembus angka 102.051 masalah. Indonesia menyamakan catatan masalah baru Filipina yang konstan 1.500-an /hari.

Mengenai negara seumpama Thailand serta Malaysia cuma mencatat masalah di bawah angka 10 /hari. Ada keadaan ini mempunyai potensi Piala AFF susah diadakan sesuai dengan jadwal yaitu pada 23 November sampai 31 Desember 2020.

Bila ngotot ingin mengadakan Piala AFF 2020 sesuai dengan jadwal, jalan keluar ada tuan-rumah yang pilihan paling rasional digunakan. Melihat beberapa kasus yang ada, Vietnam yang sangat bagus jadi tuan-rumah sebab kurangnya masalah positif COVID-19.

“Penjagaan COVID-19 di tiap negara ialah aspek terpenting bila ditugaskan menjadi tuan-rumah. Sekarang ini, Vietnam dapat disebutkan sudah sukses mengatur COVID-19. Kami mempunyai kesempatan besar untuk mengadakan Piala AFF 2020,” kata Sekjen VFF, Le Hoai Anh, waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *