Bhayangkara FC Merespons Rencana PSSI Membuat Turnamen Pengganti Kompetisi

Posted on

Jakarta – PSSI melontarkan wacana membatalkan Shopee Liga 1 2020 jika pandemi virus corona tidak kunjung mereda. Nantinya, PSSI akan membuat turnamen khusus yang digelar pada September mendatang.

Sebelumnya, PSSI telah merumuskan dua opsi mengenai status kompetisi. Pilihan pertama adalah kembali dilanjutkan pada 1 Juli 2020 dengan syarat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memperpanjang ‘Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia’ yang berlaku hingga 29 Mei.

Yang kedua, kompetisi otomatis dibatalkan jika status tersebut diperpanjang dan hasil Shopee Liga 1 yang telah berjalan tiga pekan dianggap tidak sah.

“Kalau memang kompetisi khusus itu benar adanya dan memang Shopee Liga 1 tidak dilanjutkan, kami akan ikut dan akan mendukung PSSI,” kata Sumardji, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC.

Gelandang Bhayangkara FC, Adam Alis, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (27/11). Bhayangkara menang 1-0 atas Arema.

“Karena sejauh ini kami memang selalu mengikuti keputusan PSSI. Tapi, harus ditunggu pula situasi ke depannya seperti apa,” ujar Sumardji, yang juga menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo ini.

Format Masih Gelap

Sejauh ini, PSSI baru sekadar melempar usul untuk membuat kompetisi khusus jika Shopee Liga 1 dibatalkan. Ide itu dilempar saat melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) virtual dengan Komisi X DPR RI pada 8 April 2020.

“Kami mengeluarkan surat keputusan, apabila status BNPB terkait virus corona berakhir pada 29 Mei 2020, maka Shopee Liga 1 dan Liga 2 akan kembali dilaksanakan pada 1 Juli 2020. Ada waktu enam bulan untuk menuntaskan kompetisi,” ujar Ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

“Jika pemerintah belum mencabut status tersebut, kami tidak bisa melanjutkan karena waktunya tidak memungkinkan. Kami tidak berani jika pemerintah tidak berani soal virus corona ini.”

“Kami juga punya opsi, jika status virus corona selesai pada September mendatang, kami minta izin pemerintah untuk membuat kompetisi
khusus,” jelas pria yang karib dipanggil Iwan Bule tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *