Egy Maulana
Perjuangan Egy Maulana Vikri Saat Ayahnya Ditipu

Perjuangan Egy Maulana Vikri Saat Ayahnya Ditipu

Posted on

Perjuangan Egy Maulana Vikri Saat Ayahnya Ditipu,  Pemandu Talenta Sampai Kemauan Besar Mengalahkan Eropa. Di umurnya yang masih tetap benar-benar muda, Egy Maulana Vikri telah jadi pujaan beberapa pemain bola yang mulai meniti profesi di atas lapangan hijau. Cemerlang di level tim nasional Indonesia barisan usia, sampai pada akhirnya dapat tembus pertandingan di Eropa. Tetapi perjalannya tidak sempat semulus yang beberapa orang pikir.

Raut muka serta gerak-geriknya memperlihatkan usaha kerasnya supaya tidak nampak nuansa kemelut. Pernah melirik ke sejumlah rekanan, dia pada akhirnya tersenyum. Tetapi bukan senyum ‘lurus’, tetapi sebab sorot camera. Sebelumnya berlangsung, ada peristiwa yang akan tidak terlewatkan selama hidupnya.

Perjuangan Egy Maulana

Dia gemetaran sebelum serta tengah bertemu dengan beberapa jurnalis, plus di muka beberapa fans. Jika di Indonesia, kemungkinan tidak masalah, tetapi ini beda: di Polandia! Karena sangat tidak keruan di isi kepala, dia sampai harus berkata ‘bismillah’ serta ‘astaghfirullah’. Maksudnya satu: menentramkan hati.

Gugup, tegang, gemetaran serta bahagia, bersatu jadi satu. Itu waktu si mimpi tidak lagi jadi sebatas bayangan di atas kening semata-mata. Ingat film ‘5 cm’ garapan Rizal Mantovani?

Demikianlah kurang lebih saat figur Genta (Fedi Nuril) menjelaskan pada beberapa rekannya jika kemauan ke pucuk Mahameru bak memiliki jarak 5 cm saja dari kening.

Selebihnya, buat memburu jarak ‘5 cm’ itu perlu usaha keras, determinasi, keseriusan serta pengorbanan.

Sekarang, figur ‘ia’ serta ‘nya’ di atas ialah bintang hari esok sepak bola Indonesia, Egy Maulana Vikri. Dia merealisasikan mimpinya bermain di Liga Eropa, suatu hal yang telah memiliki jarak ‘5 cm’ sejak dari dianya menekuni sang kulit bulat. Egy ke Eropa, persisnya ke Polandia.

Egy masuk dengan Lechia Gdansk. Berarti, satu set baru perjalanan pemain kelahiran Medan, 7 Juli 2000 diawali.

Sampai sah membubuhkan tanda-tangan kontrak di Lechia Gdansk, pemain yang tampil memesona bersama-sama Tim nasional Indonesia U-19 masih jadi figur rendah hati.

Buat Egy Maulana Vikri terbang ke Eropa jadi satu ketetapan besar dalam kehidupan. Untuknya, merantau bukan suatu hal yang baru. Egy ikhlas berpisah dengan keluarganya semenjak umur 13 tahun waktu tuntut pengetahuan di Diklat Ragunan Jakarta. Tetapi, kepergian Egy kesempatan ini tidak sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *